Budiyono Dion, PTK Publikasi
Tentang Penelitian Kuantitatif Bidang Pendidikan
Berikut ini akan saya sampaikan beberapa saran dari Prof. Dr. Madyo Ekosusilo, M.Pd.tentang Penelitian Kuantitatif Bidang Pendidikan. Beliau adalah Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen Pendidikan Universitas Veteran Sukoharjo, Dosen Pascasarjana Universitas Negeri Semarang, Konsultan Peningkatan Mutu SLTP Jawa Tengah. Apa yang harus dilakukan seorang peneliti dalam penelitian pendidikan.
A. Latar Belakang Masalah Pada bagian latar belakang masalah yang harus dilakukan adalah; Kemukakan adanya kesenjangan antara harapan dan ke-nyataan, baik kesenjangan teoretik ataupun kesenjangan praktis yang melatarbelakangi masalah yang akan diteliti. Dalam latar belakang masalah ini dipaparkan secara ring-kas teori atau hasil-hasil penelitian terdahulu atau berdasarkan pengalaman/pengamatan pribadi yang terkait erat dengan pokok masalah yang diteliti. Kemukakan teori-teori yang relevan seba-gai dasar untuk memberi jawaban sementara terhadap permasa-lahan yang diajukan. Teori-teori yang digunakan sebagai landas-an bukan sekedar pendapat dari pengarang, tetapi teori yang be-nar-benar sudah teruji kebenarannya. Karena itu pada bagian ini pada bagian ini juga diperlukan dukungan hasil-hasil penelitian sebelumnya yang relevan. Dengan demikian masalah yang dipi-lih untuk diteliti mendapat landasan berpijak yang lebih kokoh. Pada bagian ini Anda harus menuliskan mengapa hal itu penting untuk diteliti. Contoh: Keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan dan penga-jaran tidak dapat dilepaskan dari peranan guru dan kepala sekolah dalam mengelola satuan pendidikan. Agar guru dapat melaksana-kan tugas profesionalnya, guru harus selalu berupaya untuk mening-katkan kemampuannya baik melalui studi lanjut, mengikuti pena-taran, mengikuti kegiatan yang relevan dengan bidang tugasnya se-perti misalnya KKG atau MGMP. Mengingat pentingnya peran guru dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, pemerintah telah berupaya melalui kegiatan-kegiatan tersebut untuk meningkatkan kemampuan profesional guru. Namun apa yang telah dilakukan pemerintah tersebut masih perlu dipertanyakan. Benarkah dengan memberi kesempatan pada guru untuk melanjutkan studi, menugasi guru untuk mengiku-ti penataran, dan mewajibkan guru untuk mengikuti kegiatan KKG/ MGMP dapat meningkatkan kemampuan profesional guru? Hal ini perlu diteliti untuk dibuktikan kebenarannya, sehingga dapat dike-tahui mana di anatara tiga faktor tersebut yang kontribusinya lebih besar/paling dominan untuk meningkatkan kemampuan profesional guru. B. Identifikasi Masalah Pada bagian ini perlu diidentifikasi semua hal (variabel) yang diperkirakan berpengaruh pada variabel yang akan diteliti. Variabel yang akan diteliti itu kedudukannya di mana di antara semua variabel yang mempengaruhi. Variabel apa saja yang mempengaruhi secara positif dan negatif terhadap variabel yang akan diteliti. Begitu juga variabel yang diteliti itu apa pengaruh-nya pada variabel yang lain. Dengan mencantumkan semua va-riabel yang mempengaruhi atau dipengaruhi maka akan menja-di jelas kedudukan variabel yang diteliti. Contoh: Banyak variabel yang dapat mempengaruhi kemampuan pro-fesional guru, antara lain: (1) iklim kerja yang kondusif, (2) ting-kat pendidikan, (3) sistem pembinaan yang dilakukan oleh atasan (supervisi), (4) kesejahteraan/gaji, (5) keikutsertaan dalam kegiatan KKG/MGMP, (6) keikutsertaan dalam penataran, (7) fasilitas yang dapat menunjang keberhasilan mengajar, (8) gaya kepemimpinan kepala sekolah, dan sebagainya. C. Rumusan Masalah Perumusan masalah merupakan upaya untuk menyatakan secara tertulis pertanyaan-pertanyaan yang hendak dicarikan ja-wabannya. Perumusan masalah merupakan pertanyaan yang lengkap dan rinci mengenai ruang lingkup masalah yang akan diteliti berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah. Rumusan masalah hendaknya disusun secara singkat, pa-dat, jelas, dan dituangkan dalam bentuk kalimat tanya. Rumus-an masalah yang baik akan menampakkan variabel-variabel yang diteliti, jenis atau sifat hubungan antara variabel-variabel tersebut, dan subjek penelitian. Pada rumusan masalah ini harus sudah tercermin teknik analisis data yang akan digunakan, mi-salnya apakah penelitian deskriptif, komparatif atau korelatif. Selain itu rumusan masalah hendaknya dapat diuji secara empi-ris, dalam arti memungkinkan dikumpulkannya data untuk men-jawab pertanyaan yang diajukan. Contoh: Apakah terdapat hubungan antara tingkat pendidikan, penataran yang pernah diikuti, keikutsertaan dalam kegiatan KKG/MGMP, dengan kemampuan profesional guru?
A. Latar Belakang Masalah Pada bagian latar belakang masalah yang harus dilakukan adalah; Kemukakan adanya kesenjangan antara harapan dan ke-nyataan, baik kesenjangan teoretik ataupun kesenjangan praktis yang melatarbelakangi masalah yang akan diteliti. Dalam latar belakang masalah ini dipaparkan secara ring-kas teori atau hasil-hasil penelitian terdahulu atau berdasarkan pengalaman/pengamatan pribadi yang terkait erat dengan pokok masalah yang diteliti. Kemukakan teori-teori yang relevan seba-gai dasar untuk memberi jawaban sementara terhadap permasa-lahan yang diajukan. Teori-teori yang digunakan sebagai landas-an bukan sekedar pendapat dari pengarang, tetapi teori yang be-nar-benar sudah teruji kebenarannya. Karena itu pada bagian ini pada bagian ini juga diperlukan dukungan hasil-hasil penelitian sebelumnya yang relevan. Dengan demikian masalah yang dipi-lih untuk diteliti mendapat landasan berpijak yang lebih kokoh. Pada bagian ini Anda harus menuliskan mengapa hal itu penting untuk diteliti. Contoh: Keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan dan penga-jaran tidak dapat dilepaskan dari peranan guru dan kepala sekolah dalam mengelola satuan pendidikan. Agar guru dapat melaksana-kan tugas profesionalnya, guru harus selalu berupaya untuk mening-katkan kemampuannya baik melalui studi lanjut, mengikuti pena-taran, mengikuti kegiatan yang relevan dengan bidang tugasnya se-perti misalnya KKG atau MGMP. Mengingat pentingnya peran guru dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, pemerintah telah berupaya melalui kegiatan-kegiatan tersebut untuk meningkatkan kemampuan profesional guru. Namun apa yang telah dilakukan pemerintah tersebut masih perlu dipertanyakan. Benarkah dengan memberi kesempatan pada guru untuk melanjutkan studi, menugasi guru untuk mengiku-ti penataran, dan mewajibkan guru untuk mengikuti kegiatan KKG/ MGMP dapat meningkatkan kemampuan profesional guru? Hal ini perlu diteliti untuk dibuktikan kebenarannya, sehingga dapat dike-tahui mana di anatara tiga faktor tersebut yang kontribusinya lebih besar/paling dominan untuk meningkatkan kemampuan profesional guru. B. Identifikasi Masalah Pada bagian ini perlu diidentifikasi semua hal (variabel) yang diperkirakan berpengaruh pada variabel yang akan diteliti. Variabel yang akan diteliti itu kedudukannya di mana di antara semua variabel yang mempengaruhi. Variabel apa saja yang mempengaruhi secara positif dan negatif terhadap variabel yang akan diteliti. Begitu juga variabel yang diteliti itu apa pengaruh-nya pada variabel yang lain. Dengan mencantumkan semua va-riabel yang mempengaruhi atau dipengaruhi maka akan menja-di jelas kedudukan variabel yang diteliti. Contoh: Banyak variabel yang dapat mempengaruhi kemampuan pro-fesional guru, antara lain: (1) iklim kerja yang kondusif, (2) ting-kat pendidikan, (3) sistem pembinaan yang dilakukan oleh atasan (supervisi), (4) kesejahteraan/gaji, (5) keikutsertaan dalam kegiatan KKG/MGMP, (6) keikutsertaan dalam penataran, (7) fasilitas yang dapat menunjang keberhasilan mengajar, (8) gaya kepemimpinan kepala sekolah, dan sebagainya. C. Rumusan Masalah Perumusan masalah merupakan upaya untuk menyatakan secara tertulis pertanyaan-pertanyaan yang hendak dicarikan ja-wabannya. Perumusan masalah merupakan pertanyaan yang lengkap dan rinci mengenai ruang lingkup masalah yang akan diteliti berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah. Rumusan masalah hendaknya disusun secara singkat, pa-dat, jelas, dan dituangkan dalam bentuk kalimat tanya. Rumus-an masalah yang baik akan menampakkan variabel-variabel yang diteliti, jenis atau sifat hubungan antara variabel-variabel tersebut, dan subjek penelitian. Pada rumusan masalah ini harus sudah tercermin teknik analisis data yang akan digunakan, mi-salnya apakah penelitian deskriptif, komparatif atau korelatif. Selain itu rumusan masalah hendaknya dapat diuji secara empi-ris, dalam arti memungkinkan dikumpulkannya data untuk men-jawab pertanyaan yang diajukan. Contoh: Apakah terdapat hubungan antara tingkat pendidikan, penataran yang pernah diikuti, keikutsertaan dalam kegiatan KKG/MGMP, dengan kemampuan profesional guru?
Tag :
Penelitian
0 Komentar untuk "Tentang Penelitian Kuantitatif Bidang Pendidikan "
Mohon Anda berkenan meninggalkan komentar