Karya Tulis Guru sebagai Wacana
Keilmuan
Rekan
guru dan calon guru dimana saja berada.
Postingan
terdahullu saya meembicarakan, Guru, Antara Kegiatan Mengajar dan Menulis. Kali
ini saya akan membicarakan Karya Tulis Guru sebagai Wacana Keilmuan.
Rekan
guru dan calon guru dimana saja berada.
Kita mesti
menyadari akan produktivitas kita dalam soal karya tulis ilmiah selama masih
rendah. Pada hal kita tahu bahwa karya tulis ilmiah memiliki makna yang banyak
terhadap kehidupan, khususnya dalam hal dunia pendidikan kita. Selama ini kita kurang peduli terhadap kegiatan kaya
ilmiah. Kita hanya focus pada kegiatan di dalam kelas dengan murid.murid. kita
terlalu berorientasi pada misi pendidikan dan pengajaran di dalam kelas.
tentang visi dan misi ilmiah dalam bentuk
penulisan dan publikasi karya ilmiah menjadi terabaikan. Akibatnya, penulisan dan
publikasi karya ilmiah
di kalangan guru masih rendah.
Rendahnya
produktivitas guru dalam hal karya karya ilmiah dan publikasinya dapat berpengaruh pada kreativitas guru.
Sebenarnya
pihak-pihak yang berkompeten dengan kegiatan ilmiah guru ini dapat memberikan solusi dan memfasilitasi
bagi kegiatan ilmiah guru ini. Misalnya,
pihak sekolah dapat menjalin kerja sama kemitraan dengan pihak media
massa, seperti lembaga penerbitan, dan yang sejenis agar hasil penelitian,
pemikiran, dan penulisan ilmiah di kalangan
guru dapat dikomunikasikan, dipublikasikan, dan
dipasarkan ke seluruh lapisan
masyarakat. Dengan ajang ini, hasil
pemikiran, refleksi, temuan,
serta gagasan setiap
guru dapat dituliskan ke dalam bentuk
tulisan karya ilmiah yang berupa wacana-wacana keilmuan. Wacana
keilmuan
berupa kertas
kerja atau makalah, laporan
penelitian, buku-buku ajar,
dan jenis karya ilmiah lainnya.
Bisa
juga produk karya ilmiah guru ini dapat dikumpulkan dalam bentuk jurnal ilmiah,
baik di tingkat sekolah, wilayah, regional, maupun nasional. Produk karya
ilmiah di tingkat regional dan nasional
biasanya menyangkut berbagai disiplin
ilmu dan sifatnya makro; sedangkan produk karya ilmiah yang ada di tingkat sekolah (lokal) biasanya menyangkut rumpun keahlian
tertentu bagi guru-guru di sekolah yang bersangkutan.
Rekan
guru dan calon guru dimana saja berada.
Penulisan dan
publikasi karya ilmiah
yang dihasilkan oleh kita, setiap guru
dan tenaga kependidikan lainnya hendaknya dijadikan ajang pengembangan
keilmuan dan profesi yang ditekuninya.
Jadi bukan hanya, yang selama ini dilakukan guru, kegiatan karya ilmiah
hanya dimaknai sebagai pemenuhan target untuk kenaikan pangkat/golongan saja. Penulisan
karya ilmiah hanya semata-mata karena
motivasi pengumpulan angka kredit (Cummulative Credit
Point) atau atas
permintaan khalayak, seperti makalah untuk
seminar atau pelatihan. Seharusnya hal-hal seperti itu
tidak menjadi motivasi utama dalam menulis dan mempublikasikan karya ilmiah. Tetapi dengan menulis hendaknya guru lebih
menekankan pada esensialnya untuk menjalani misinya pada kecintaan dan
kemampuannya dalam bidang keilmuan serta keprofesian guru.
Tag :
Artikel
0 Komentar untuk "Karya Tulis Guru sebagai Wacana Keilmuan"
Mohon Anda berkenan meninggalkan komentar