Budiyono Dion, PTK Publikasi
Tentang Penelitian Kuantitatif Bidang Pendidikan (2)
I. Metodologi Penelitian
Pokok-pokok bahasan yang terdapat dalam bab metode pe-nelitian ini meliputi lima hal yaitu : (1) rancangan penelitian, (2) populasi dan sampel, (3) instrumen penelitian, (4) pengum-pulan data, dan (5) analisis data.
1. Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian ini terutama dibuat untuk jenis pene-litian eksperimental. Rancangan peneltian yang dipilih adalah yang paling memungkinkan peneliti untuk mengendalikan vari-abel-variabel lain yang diduga ikut berpengaruh terhadap varia-belvariabel terikat dan harus selalu mengacu pada hipotesis yang
akan diuji.
Sedangkan pada penelitian noneksperimental pada bahas-an ini berisi penjelasan tentang jenis penelitian yang dilakukan ditinjau dari tujuan dan sifatnya, apakah penelitian ekploratoris, deskriptif, eksplanatoris, survai, atau penelitian historis, korela-sional, dan komparasi kausal. Kecuali itu perlu dijelaskan pula variabel-variabel yang dilibatkan dalam penelitian serta sifat hu-bungan antara variabel-variabel tersebut.
Contoh:
Keterangan :
X1 = Jenjang pendidikan
X2 = Penataran
X3 = Kegiatan KKG/MGMP
Y = Kemampuan Profesional
rx1y = Hubungan X1 (jenjang pendidikan) dg Y (kemampuan profesi-
onal)
rx2y = Hubungan X2 (penataran) dg Y (kemampuan profesional)
rx3y = Hubungan X3 (kegiatan KKG) dg Y (kemampuan profesional)
rx1x3 = Hubungan X1 (jenjang pendidikan) dg X3 (kegiatan KKG)
rx1x2 = Hubungan X1 (jenjang pendidikan) dg X2 (penataran)
Gambar tersebut menunjukkan hubungan antar variabel tanpa mengontrol variabel lainnya. Teknik analisisnya menggu-nkan taknik analisis korelasi sederhana Product Moment Karl Pearson. Jika kita ingin mengetahui hubungan murni antara va-riabel independen (X) dengan variabel dependen (Y), maka di-gunakan teknik analisis parsial dan dapat digambar sebagai be-rikut:
Keterangan:
r1y-23 = Hubungan murni antara X1 dg Y jika X2 dan X3 dikontrol
r2y-13 = Hubungan murni antara X1 dg Y jika X1 dan X3 dikontrol
r3y-12 = Hubungan murni antara X1 dg Y jika X1 dan X2 dikontrol
Jika kita ingin mengetahui hubungan secara bersama-sa-ma (serempak) antara variabel independen dengan dependen ki-ta gunakan teknik analisis korelasi ganda dan dapat dibuat gam-bar sebagai berikut:
Contoh:
Keterangan :
R = Simbol/lambang korelasi ganda (hubungan serempak 3 variabel
independen (X1, X2, X3) dengan variabel dependen (Y).
Jika kita ingin mengetahui seberapa besar kontribusi ma-sing-masing variabel independen (X1, X2, X3) terhadap variabel dependen (Y) kita gunakan analisis regresi ganda.
2. Populasi dan Sampel
Istilah populasi dan sampel tepat digunakan jika peneliti-an yang dilakukan mengambil sampel sebagai subjek penelitian. Namun jika sasarannya adalah seluruh anggota populasi, maka lebih tepat menggunakan istilah subjek penelitian, terutama da-lam penelitian eksperimental. Dalam survai, sumber data lazim disebut responden dan dalam penelitian kualitatif disebut infor-man atau subjek.
Penjelasan yang akurat tentang karakteristik populasi pene-litian perlu diberikan agar besarnya sampel dan cara pengambi-lannya dapat ditentukan secara tepat. Tujuannya adalah agar sampel yang dipilih benar-benar representatif, dalam arti dapat mencerminkan keadaan populasi secara cermat. Hal ini sangat penting karena berkaitan dengan menggeneralisasikan hasil-ha-sil penelitian sampel terhadap populasi.
Jadi yang perlu dibahas dalam bagian ini adalah (a) iden-tifikasi dan batas-batasan tentang populasi atau subjek peneliti-an, (b) prosedur dan teknik pengambilan sampel, dan (c) besar-nya sampel.
3. Instrumen Penelitian
Pada bagian ini dikemukakan instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel yang diteliti. Sesudah itu barulah dipa-parkan prosedur pengembangan instrumen pengumpul data atau pemilihan alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian. De-ngan cara ini akan terlihat apakah instrumen yang digunakan se-suai dengan variabel yang diukur, paling tidak ditinjau dari segi isinya. Karena itu perlu disusun kisi-kisi instrumen penelitian berdasarkan variabel penelitian. Berikut ini adalah contoh kisi-kisi variabel penelitian.
Sebuah instrumen yang baik juga harus memenuhi persya-ratan validitas dan reliabilitas. Karena itu sebelum instrumen digunakan harus diujicobakan lebih dahulu untuk menentukan validitas dan reliabilitasnya. Subjek uji coba hendaknya diupa-yakan bukan subjek penelitian agar hasilnya benar-benar valid.
Contoh:
Uji validitas menggunakan korelasi sederhana Prduct Mo-ment Karl Pearson dengan cara mengkorelasikan skor per item dengan skor total. Adapun rumus yang digunakan antara lain se-bagai berikut:
Keterangan:
rxy = koefisien korelasi antara skor butir dengan skor total.
XY = jumlah skor X dan skor Y
X = jumlah skor per item yang diperoleh oleh seluruh subjek uji
coba.
Y = jumlah skor seluruh item yang diperoleh subjek uji coba.
X2 = jumlah kuadrat skor X
Y2 = jumlah kuadrat skor Y
N = jumlah sampel.
Uji reliabilitas dilakukan terhadap item yang valid. Salah satu cara yang bisa dilakukan menggunakan teknik belah dua ji-ka jumlah item genap dan data deskrit. Caranya adalah seperang-kat instrumen dibagi dua kelompok: (a) kelompok item nomor ganjil 1,3,5, dst. dan (b) kelompok item genap 2,4,6,8, dst. Se-lanjutnya skor dari kedua kelompok tersebut dikorelasikan de-ngan menggunakan rumus di atas. Langkah selanjutnya adalah mencari korelasi seluruh item dengan menggunakan rumus be-rikut ini (Spearman Brown).
Keterangan :
r11 = reliabilitas instrumen.
r½ ½ = rxy yang disebutkan sebagai indeks korelasi antara dua
belahan instrumen (ganjil-genap).
Hal lain perlu diungkap dalam instrumen penelitian adalah cara pemberian skor masing-masing pertanyaan-pertanyaan.
Contoh:
a. Skor jenjang pendidikan berdasarkan target waktu un-
tuk penyelesaian setiap jenjang pendidikan sebagai
Misalnya lulusan:
1) SPG diberi skor 12
2) D-1 Kependidikan diberi skor 13
3) D-2 Kependidikan diberi skor 14
4) D-3/Sarjana Muda Kependidikan diberi skor 15
5) S1 Kependidikan diberi skor 16
6) S2 Kependidikan diberi skor 17
b. Skor penataran didasarkan pada frekuensi mengikuti
penataran dan lama waktu mengikuti penataran seba-
gai berikut:
1) Dari segi frekuensi:
Hanya 1 kali mengikuti penataran diberi skor 1.
2-3 kali mengikuti penataran diberi skor 2.
Lebih dari 4 kali diberi skor 3
2) Dari segiwaktu lamanya mengikuti penataran:
• Kurang dari 3 hari diberi skor 1.
• Antara 3-8 hari diberi skor 2.
• Antara 9-16 hari diberi skor 3.
• Antara 17-48 hari diberi skor 6.
• Lebih dari 49 hari diberi skor 9.
c. Skor aktifitas dalam mengikuti kegiatan KKG/MGMP :
• Sangat Efektif, artinya kegiatan dalam diikuti se-penuhnya diberi skor 4.
• Efektif, artinya hampir sepenuhnya kegiatan KKG diikuti diberi skor 3.
• Kurang Efektif, artinya kadang-kadang diikuti se-penuhnya diberi skor 2.
• Tidak Efektif, artinya kegiatan di KKG sering ti-dak dilakukan diberi skor 1.
d. Skor Kemampuan Profesional Guru:
• Baik sekali, artinya kegiatan dalam diikuti sepenuh-nya diberi skor 4.
• Baik, artinya hampir sepenuhnya kegiatan KKG diikuti diberi skor 3.
• Cukup, artinya kadang-kadang diikuti sepenuhnya diberi skor 2.
• Kurang, artinya kegiatan di KKG sering tidak dila-kukan diberi skor 1.
4. Pengumpulan Data
Pada bagian ini ditetapkan metode/teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data (dokumentasi, observasi, angket, in-terview, tes, dan sebagainya) dijelaskan masing-masing metode untuk mengumpulkan data apa dan alasan mengapa mengguna-kan metode tersebut serta proses/prosedur pengumpulan data.
5. Analisis Data
Pada bagian ini diuraikan jenis analisis statistik yang digu-nakan dan alasan mengapa menggunakan teknik itu. Pemilihan jenis analisis data sangat ditentukan oleh jenis data yang dikum-pulkan dengan tetap berorientasi pada tujuan yang hendak dica-pai atau hipotesis yang hendak diuji. Hal yang penting untuk di-perhatikan dalam analisis data adalah ketepatan teknik analisis-nya, bukan kecanggihannya. Apabila dalam analisis ini diguna-kan komputer perlu disebutkan programnya, misalnya SPSS for
Windows release 6.0, 7.5, 9.1, 10.0, 11.5 dan sebagainya.
Sesuai dengan maksud dan tujuan penelitian maka dapat kita perinci jenis analisis yang digunakan untuk judul penelitian di atas sebagai berikut:
a. Analisis deskriptif untuk mendeskripsikan tingkat pendidik-an para guru, penataran yang pernah diikuti, aktifitas dalam kegiatan KKG/MGMP, dan kemampuan profesionalnya.
Contoh:
Interval Frekuensi Persentase Kriteria
11 – 18
19 – 26
27 – 34
35 – 44 2
21
184
113 0.62
6,56
57,50
35,32 Tidak Efektif
Kurang Efektif
Efektif
Sangat Efektif
Jumlah 320 100,0
Akan lebih bagus jika data yang ada pada tabel di atas di-sajikan dalam bentuk histogram seperti di bawah ini
Gambar Histogram Keefektifan Kegiatan KKG
b. Analisis korelasi sederhana untuk mengetahui hubungan an-tar variabel, tanpa mengontrol variabel lainnya.
c. Analisis parsial untuk mengatahui hubungan murni antara variabel independen dengan variabel dependen dengan me-ngontrol (tidak mengikutsertakan) variabel lainnya.
d. Analisis regresi untuk mengetahui besarnya sumbangan ma-sing-masing varia-bel independen terhadap variabel depen-den.
Semua jenis analisis tersebut dapat menggunakan vasili-tas komputer program SPSS.
0 Komentar untuk "Tentang Penelitian Kuantitatif Bidang Pendidikan (2)"
Mohon Anda berkenan meninggalkan komentar