penelitian,kegiatan ilmiah,publikasi

Powered by Blogger.

Perlunya Membangun Pusat Penelitian

Budiyono Dion, PTK Publikasi:



Perlunya Membangun Pusat Penelitian

Arti pentingnya lembaga penelitian adalah jika hasil penelitian yang  dilakukan dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat, bangsa dan negara.  Tidak jarang hasil penelitian selama ini hanya bermuara pada kepuasan para penelitinya saja. Oleh sebab itu perlunya menggagas pusat-pusat penelitian untuk kepentingan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel akan membangun beberapa pusat penelitian. Kebijakan Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin, yang selaras dengan program Kementerian Riset dan Teknologi (Menristek) untuk mengembangkan inovasi industri kreatif.
Menurut sumber Sumeks.co.id (Selasa, 16 September 2014), H Alex Noerdin menyatakan, “Kami ingin meningkatkan jumlah inovasi yang ada. Saat ini, infrastruktur anggaran di Indonesia jauh lebih kecil dari negara lain. Indonesia berada pada angka 0,08. Sedangkan minimalnya 1 persen. Ini bukti Sumsel masih jauh dari yang seharusnya,” kata Alex dalam acara puncak Harteknas ke-19 dan seminar Inovasi Industri Kreatif untuk Daya Saing Bangsa di The Jayakarta Daira Hotel Palembang, kemarin (15/9).
Pusat penelitian yang akan dibangun, salah satunya science technopark di Kebun Raya Sriwijaya. Pembangunannya mulai tahun depan.  Kebun raya tersebut membutuhkan Rp380 miliar. Nah, dari APBD akan dialokasikan Rp38 miliar. “Dukungan pendanaan lain datang dari sejumlah perusahaan, seperti Pertamina, SKK Migas, PTBA, dan lainnya. Saat ini, Kebun Raya Sriwijaya masih dalam tahap penyusunan detail engineering design (DED) dan lelang,” bebernya.
Lalu, akan dibangun juga pusat penelitian kerbau rawat. Dimana, Pemprov Sumsel akan bekerja sama dengan Italia. Juga ada program stem cell di rumah sakit umum daerah. “Kita terus memperbaiki kualitas layanan kesehatan di puskesmas, menambah dokter, dan menyediakan Rumah Sakit Pratama di setiap kecamatan,” ungkap Alex.
Pembangunan stem cell dimulai tahun depan, butuh waktu 3-4 tahun. Ada bantuan dari Jerman dan Inggris. Nantinya, tenaga ahli yang terdiri dari para dokter muda dikirim untuk mendapatkan training kedua negara itu selama tiga tahun. Sedangkan pembangunan rumah sakitnya, terus berjalan.
Kepala Balitbangnovda Sumsel, Dr Ekowati Retnaningsih SKM MKes menambahkan, science technopark di Kebun Raya Sriwijaya akan berperan penting mendukung konservasi tanaman, penelitian pendidikan, pengolahan hilir untuk pariwisata, dan pemberdayaan masyarakat di sekitar kebun raya. “Kami bersiap menyediakan fasilitas yang ada di sana untuk mendukung penelitian dan mengembangkan inovasi,” tukasnya.
Selain itu, dalam peringatan puncak Harteknas ke-19 tingkat Provinsi Sumsel 2014, ada penyerahan penghargaan untuk insan pers, inovator teknologi dari kalangan akademisi, mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum, serta inventor teladan tingkat provinsi (lihat grafis). Mereka mendapatkan penghargaan, uang binaan, dan hadiah umrah.
Lalu, ada launching jejaring intermediator teknik Provinsi Sumsel serta seminar nasional inovasi dan iptek. Asisten Deputi Produktivitas Riset Iptek Strategis Kemenristek, Agus Puji Prasetyo mengatakan, Indonesia memiliki tantangan berupa bonus demografi dan middle income trap. Untuk regional, ada tantangan dimulainya pasar ASEAN.
Ada empat pilar yang harus diantisipasi jelang mulainya pasar ASEAN. Mulai dari terbentuknya pasar dan basis produksi tunggal, kawasan berdaya saing tinggi, kawasan dengan pembangunan ekonomi yang merata hingga integrasi dengan perekonomian negara. “Jika kreativitas meningkat, maka perkembangan inovasi juga meningkat,” tandasnya.
Tag : Penelitian
0 Komentar untuk "Perlunya Membangun Pusat Penelitian"

Mohon Anda berkenan meninggalkan komentar

Back To Top